Tangerang Network - Alun-alun Balaraja, 21 Juni 2025 - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi mendalam atas peran aktif warga dalam melestarikan warisan leluhur melalui Pekan Raya Balaraja 2025. Pembukaan festival budaya yang digelar Balai Adat Balaraja ini meriah dihadiri ribuan masyarakat, menandai dimulainya rangkaian acara selama 8 hari penuh.
"Saya melihat semangat gotong royong warga Balaraja dalam menjaga nilai-nilai luhur ini luar biasa. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tapi bukti nyata komitmen kita terhadap pelestarian warisan leluhur," tegas Bupati dalam sambutannya.
5 Fakta Menarik Pekan Raya Balaraja 2025
- Penjaga Tradisi: Balai Adat Balaraja sebagai inisiator utama perayaan milad ke-2
- Napak Tilas Sejarah: Balaraja disebut telah ada sejak era Kerajaan Pajajaran
- Dukungan UMKM: 60+ stan produk lokal ikut meramaikan pameran
- Ragam Aktivitas: Lomba tradisional, sarasehan pemuda, hingga pertunjukan seni
- Puncak Acara: Tablig Akbar penutup di akhir pekan
Sinergi Pemerintah & Masyarakat
Bupati menekankan kolaborasi erat antara pemerintah dan warga dalam menjaga identitas budaya:
"Atas nama Pemkab Tangerang, saya mengucapkan selamat milad ke-2 untuk Balai Adat Balaraja. Jadilah pilar pelestarian kearifan lokal yang membanggakan," ucap Maesyal Rasyid di hadapan massa.
Strategi Pelestarian Budaya di Era Modern
Ketua Balai Adat Komori Zaman menjelaskan tantangan melestarikan tradisi di tengah pesatnya industrialisasi:
"Balaraja kini menjadi kawasan industri, tapi kita tak boleh lupakan akar sejarah. Kota ini sudah berdiri sebelum Kesultanan Banten!"
Melalui konsep Rakyat Raya Balaraja, festival ini dirancang sebagai:
- Pasar Budaya: Temu langsung produsen UMKM dengan konsumen
- Ruang Edukasi: Sarasehan pemuda untuk regenerasi pelestari budaya
- Panggung Ekspresi: Pertunjukan seni tradisonal hingga band lokal
Dampak Ekonomi & Sosial
Bupati menyoroti manfaat ganda kegiatan ini:
"Pekan Raya Balaraja 2025 menjadi wahana edukasi sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Saya harap ini bisa menjadi agenda tahunan yang menginspirasi kecamatan lain"
Komori Zaman menambahkan: "Melalui gelaran ini, kami ingin warga merasakan langsung manfaat ekonomi sekaligus kebanggaan akan budaya lokal."
Ajakan Kolaborasi untuk Generasi Muda
- Pemersatu Generasi: Bupati ajak semua lapisan usia terlibat aktif
- Jaga Ketertiban: Imbauan khusus untuk menciptakan suasana kondusif
- Regenerasi Pelestari: Pentingnya peran pemuda dalam meneruskan tradisi
Bagaimana komunitas di daerah Anda melestarikan budaya lokal?
Share inspirasi Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini untuk dukung pelestarian warisan nusantara.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda